Pendakian Gunung Dengan Sepeda Listrik Semakin Populer Di Jerman

Robert Werner dan istrinya Ursula meluangkan waktu untuk menyapa para pendaki ketika mereka mengendarai sepeda listrik di jalan setapak yang ada di Pegunungan Alpen, Bavaria, Jerman.

Tetapi hal yang lebih sering mereka dapatkan adalah kerutan di dahi para pendaki yang berjalan kaki. "Hal pertama yang mereka perhatikan adalah sepeda yang kami gunakan," kata Robert. "Jika kami mendaki dengan menggunakan alat seperti mesin, sering kami kurang dihargai oleh pendaki lainnya."

Sementara Werners suka menggunakan sepeda listrik, orang lain mulai merasa jengah dengan evolusi yang terjadi pada sepeda. Dengan ditenagai oleh listrik, sepeda yang digunakan oleh pasangan ini dapat melakukan pendakian ke Gunung Herzogstand yang memiliki tinggi sekitar 800 meter diatas permukaan laut hanya dengan waktu setengah jam tanpa perlu berkeringat sama sekali.

Pendakian Gunung Dengan Sepeda Listrik Semakin Populer Di Jerman

Banyak orang yang mempercayai bahwa penjelajahan alam haruslah dengan menggunakan tenaga manusia bukan dengan tenaga listrik atau mesin. Kehadiran sepeda listrik pada jalur pendakian Alpen dan beberapa jalur pendakian gunung lainnya telah menjadi sebuah kontroversi.

Keluhan oleh pendaki pejalan kaki yang muncul di media Jerman mengenai aktivitas dari para penggemar sepeda listrik ini terkait dengan perilaku mereka ketika turunan jalan yang sering melesat dengan cepat sehingga menimbulkan resiko akan tabrakan dengan pendaki jalan kaki selain itu beberapa pendaki juga menunjukkan masalah lingkungan.

"Sepeda listrik membuat lebih banyak orang dapat menggunakan jalan setapak yang selama ini selalu digunakan oleh para pejalan kaki," kata Friedl Kroenauer yang berasal dari kelompok BUND Natruschutz.

"Sepeda listrik juga menyebabkan adanya erosi tanah."

Untuk Kroenauer yang memiliki pemandangan menakjubkan dari puncak tertinggi Jerman dari kantornya, mereka yang menggunakan sepeda listrik untuk menjelajahi gunung di kawasan tersebut sesungguhnya sedang menipu diri mereka sendiri.

"Naik ke puncak gunung adalah sesuatu yang harus anda dapatkan dari sebuah pendakian," katanya.
"Anda harus merasa bahwa anda telah melatih otot anda, merasakan kekelahan dari proses pendakian tersebut. Sepeda gunung listrik membuat gagasan dan kenikmatan dari pendakian gunung menjadi hilang," tambahnya.

Terlepas dari semua kritik, saat ini semakin banyak orang di Jerman dan beberapa negara di Eropa yang telah menggunakan sepeda listrik untuk dapat mencapai puncak. Pada tahun 2018, Jerman membeli hampir satu juta sepeda listrik yang dimana seperempatnya adalah berjenis sepeda gunung.

Pabrikan sepeda Jerman seperti Haibike, Cube ataupun Prophete dan produsen dari baterai dan motor Bosch memperoleh berkah dari fenomena unik ini.

"Industri sepeda terutamanya sepeda listrik sangatlah penting saat ini untuk ekonomi Jermain," kata David Eisenberger.

"Industri baru ini elah berhasil menciptakan banyak lowongan pekerjaan baik itu secara langsung ataupun tidak langsung.

Di Lenggries, sebuah kota yang memiliki penduduk 9 ribu orang dengan jarak berkendara sekitar 1 jam ke selatan Munich merupakan salah satu pintu masuk untuk melakukan pendakian ke Alpen. Disini, pasangan Werners menyediakan jasa penyewaan sepeda disebelah hotel yang mereka kelola. Disini, Werners juga menawarkan penyewaan sepeda listrik.

"Permintaannya sangatlah besar dan pelanggan juga sangat bervariasi," kata Robert. "Semua orang ingin mencoba fenomena baru ini," lanjutnya.

Lenggries sendiri menyediakan tiga stasiun utnuk melakukan pengisian daya bagi baterai dari sepeda listrik tersebut.

Dalam upaya untuk mengurangi konflik antara pengguna sepeda listrik dengan pendaki yang telah ada, beberapa kota di Bavaria yang memiliki jalur pendakian gunung berencana untuk membagi area untuk para pengguna sepeda dengan pejalan kaki.

Mengenai hal tersebut, Robert beranggapan bahwa hal tersebut percuma dan membatasi akses dari para pendaki sendiri.

"Bagaimana mungkin ini bisa di atur dengan area tertentu untuk pengendara sepeda sedangkan daerah lainnya untuk pejalan kaki? Ini tidaklah mungkin," katanya.

"Ini hanya masalah untuk saling berbagi dengan baik dengan mengikuti beberapa aturan baru supaya dapat hidup bersama dan tentunya proses adaptasi," jelasnya. Walaupun begitu, dirinya memiliki anggapan bahwa pejalan kaki harus selalu menjadi prioritas utama dibandingkan pengendara sepeda.

Debat serupa sesungguhnya pernah muncul beberapa dekade lalu ketika adanya pengendara sepeda gunung biasa mulai muncul di Pegunungan Alpen. Robert mengatakan bahwa pada awal semuanya mengeluh sekarang sudah tidak ada lagi.

"Kita semua tentunya tahu awalnya gimana banyak orang yang menentang akan tetapi seiring waktu sudah tidak ada orang yang mengeluh lagi," katanya.

Post a Comment

0 Comments