Pantai Tanjung Tuha Di Bakauheni Serius Mempercantik Diri Untuk Tarik Pengunjung

Sejumlah wahana baru di objek wisata Pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Bakauheni, Lampung terus ditambah untuk dapat menarik wisatawan.

Salah satu pengelola objek wisata tersebut, Eko Prapto mengatakan bahwa Pantai Tanjung Tuha telah memiliki beberapa wahana kekinian yang dibuat secara swadaya dari uang pribadi pengelola yang diantaranya adalah jembatan cinta dan saung bambu.

Menurutnya, semua wahana tersebut dibuat dengan menggunakan dana swadaya yang berasal dari warga Dusun Sukarame, Penobakan. Wahana baru ini dibuat sebagai daya tarik wisatawan karena memenuhi tren yang ada saat ini karena target dari Pantai Tanjung Tuha Pasir Putih adalah para wisatawan atau turis milenial.

Pantai Tanjung Tuha Di Bakauheni Serius Mempercantik Diri Untuk Tarik Pengunjung

Salah satu tren yang ada di milenial saat berlibur adalah berfoto yang lalu akan di unggah ke media sosial. Spot jembatan cinta dapat menjadi lokasi mengambil foto karena jembatan tersebut dibuat semenarik mungkins ehingga instagramable. View menarik yang menghadap ke Selat Sunda dipadukan dengan pasir putih dan pantai yang jernih membuat pantai ini menjadi cukup menarik walaupun tanpa adanya wahana. Peningkatan daya tarik dengan wahana mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

"Objek wisata yang menarik tentunya akan semakin digandrungi untuk dikunjungi. Dengan adanya wahana baru ini membuat pantai ini menjadi sedikit berbeda dengan pantai lain karena menawarkan pengalaman ketika berkunjung," kata Eko Prapto.

Wahana terbaru lainnya yang tengah dalam pengerjaan adalah tracking hutang mangrove, jembatan keberuntungan dan beberapa saung yang baru. Tiga wahana ini akan dilengkapi dengan lukisan tiga dimensi yang mengusung konsep bahari tepi pantai dengan berbatuan, ikan hiu dan cat warna-warni yang menarik. Tracking mangrove sendiri merupakan bantuan dari Dirjen Kelautan dan Pulau Kecil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tracking mangrove yang berasal dari KKP ini akan dibuat dengan kayu medang yang memiliki panjang 700 meter dan lebar 1,2 meter. Tracking ini berada di antara hutan mangrove jenis sentigi, ketapang dan bakau sehingga membuat area tracking menjadi cukup sejuk. Proses pengerjaan dilakukan oleh masyarakat dibantu oleh KKP dengan pengelola yang merupakan bagian dari Kelompok Sadar Wisata dari Pantai Tanjung Tuha Pasir Putih.

"Tracking mangrove ini dilengkapi dengan saung dan lukisan tiga dimensi yang akan menjadi spot berfoto kekinian bagi para pengunjung," ungkap Eko Prapto.

Walaupun belum diresmikan karena masih dalam tahap penyempurnaan, beberapa wahana 80 persen sudah siap. Penyempurnaan yang dilakukan oleh seniman adalah pembuatan lukisan tiga dimensi yang ada di jembatan keberuntungan.

Jembatan keberuntungan adalah pintu gerbang masuk ke kawasan wisata mangrove. Jembatan tersebut berada di atas sungai yang langsung bermuara ke laut.

Post a Comment

0 Comments