Pemerintah Akan Buka Tangkuban Perahu Kembali Pada Kamis Jika Pengelola Penuhi Persyaratan

Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu akan dibuka kembali pada hari Kamis mendatang setelah ditutup oleh pemerintah pada Jumat yang lalu.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa hal tersebut diambil setelah melalui rapat dengan pihak terkait. Walaupun akan segera dibuka, mantan Walikota Bandung tersebut mengatakan bahwa masih diperlukan beberapa syarat terkait dengan sistem evakuasi kebencanaan.

"Intinya Kamis ini akan kami buka dengan syarat perbaikan sistem evakuasi yang harus sudah diperlihatkan pada rapat besok," kata Ridwan.

Selain itu, menurutnya juga dibutuhkan koordinasi antara pengelola taman wisata dengan pihak Musyawarah Pimpinan Daerah atau Muspida sehingga dapat bertindak cepat jika terjadi hal yang membahayakan.

Pemerintah Akan Buka Tangkuban Perahu Kembali Pada Kamis Jika Pengelola Penuhi Persyaratan

"Kalau ada apa-apa jangan sampat tidak diketahui oleh forum Muspida akan tetapi tahuny dari video yang beredar di medsos. Ini akan sangat berbahaya," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur dari PT Graha Rani Putra Persada selaku pengelola TWA Tangkuban Perahu, Putra Kaban mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya memenuhi persyaratan yang diminta oleh pemerintah terkait dengan sistem evakuasi kebencanaan.

"Sebenarnya pengelola telah menyiapkan jalur evakuasi yang mungkin kurang disosialisasikan. Besok akan kami laporkan lagi untuk mengenai SOP nya seperti apa supaya jelas termasuk juga SOP Mitigasi," kata Kaban.

Pasca erupsi pada Jumat lalu, PVMBG masih menetapkan status Gunung Tangkuban Perahu dengan status Level 1 atau normal. Gunung dengan ketinggian 2.084 meter diatas permukaan laut tersebut mengalami erupsi bersifa freatik pada jam 15.48 WIB.

Pemerintah Akan Buka Tangkuban Perahu Kembali Pada Kamis Jika Pengelola Penuhi Persyaratan

Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dengan durasi kurang lebih 1 menit 30 detik.

Hingga hari Selasa, seismograf Pos Pengamatan Gunung Tangkubang Perahu masih menunjukan adanya aktivitas dalam bentuk tremor yang terekam menurun dengan amplitudo dominan 1 milimeter.

PVMBG sendiri telah mengeluarkan himbauan bagi masyarkat yang berada di sekitar Tangkuban Perahu, pedagang, pengunjung hingga pendaki untuk menjauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas dengan radius 500 meter. Selain itu, para pengunjung dan pedagan juga dilarang untuk menginap di kawah aktif yang berada di komplek Gunung Tangkuban Perahu.

Post a Comment

0 Comments