Fenomena Alam Frost Tingkatkan Kunjungan Wisata Ke Bromo Selama Juni 2019

Frost atau embun upas yang terjadi di Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut menjadi sebuah fenomena alam yang meningkatkan kunjungan wisatawan.

Hal ini dikarenakan fenomena alam tersebut merupakan salah satu fenomena alam yang cukup langka terjadi sehingga membuat para wisatawan penawaran untuk dapat melihat butiran salju di lautan pasir berbisik di gunung eksotis tersebut.

Fenomena Alam Frost Tingkatkan Kunjungan Wisata Ke Bromo Selama Juni 2019

"Embun upas dilaporkan terjadi di beberapa titik di Resort Ranupani dan Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, Bukit Penanjakan dan Luatan Pasir Berbisik Gunung Bromo," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat.
Menurutnya fenomena frost tersebut terjadi pada 16 Juni 2019 karena ketika memasuki musim kemarau dan suhu udara malam dapat mencapai nol derajat celcius.

Embun upas di Cemoro Lawang dan Lautan Pasir Berbisik di Gunung Bromo mulai terlihat pada 17 Juni 2019 ketika suhu di sekitar kawasan Gunung Bromo berada di kisaran 10 hingga 12 derajat celsius pada siang hari nya.

Fenomena Alam Frost Tingkatkan Kunjungan Wisata Ke Bromo Selama Juni 2019

"Untuk frost di kawasan Bukit Penanjakan dilaporkan terjadi pada 18 Juni 2019 ketika suhu mencapai 5 hingga 10 derajat celcius. Pada malam hari, suhu yang berada di area puncak bukit yang menjadi tempat favorit orang melihat matahari terbit menyentuh 0 derajat celcius," tuturnya.

Sarif menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo selama Juni ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena bertepatan dengan liburan Lebaran dan sekolah.
Kunjunga wisatawan tecatat menyentuh angka 94 ribu orang dengan rincian 92.800 adalah wisatawan domestik dan 1.200 orang merupakan wisatawan mancanegara.

Fenomena Alam Frost Tingkatkan Kunjungan Wisata Ke Bromo Selama Juni 2019

"Dengan adanya fenomena frost ini meningkatkan daya tarik Bromo bagi wisatawan karena para wisatawan akan penasaran akan fenomena yang cukup langka ini. Banyak wisatawan yang pas berada di Bromo ketika kejadian frost tersebut yang mengabadikan fenomena ini," katanya.

Berdasarkan data dari Balai Besar TNBTS, jumlah kunjungan pada Juni meningkat tajam dibandingkan pada Mei yang hanya mencatatkan kunjungan sebanyak 53 ribu wisatawan.

"Kami meminta wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk menjaga jarak sejauh 1 kilometer dengan kawah aktif Gunung Bromo," ujarnya.

Post a Comment

0 Comments