BNPB Tutup Kawasan Wisata Tangkuban Perahu Setelah Erupsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB telah menutup kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk sementara. Penutupan ini merupakan buntut dari erupsi yang terjadi di Tangkuban Perahu.

"Pemerintah daerah dan BNPB telah sepakat untuk menutup kawasan wisata Gunung Tangkubang Perahu setelah erupsi pada Jumat sore, pukul 15.48 WIB," kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo.

Berdasarkan pantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, jatuhan abu vulkani dari erupsi Tangkuban Perahu mencapai radius 1-2 kilometer. Agus menyebut bahwa distribusi abu mencapai daerah di Desa Jaya Giri, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

BNPB Tutup Kawasan Wisata Tangkuban Perahu Setelah Erupsi

Agus menjelaskan bahwa kantor BPBD Bandung Barat tidak melihat terjadi erupsi disebabkan oleh jarak kantor BPBD yang berjarak 17-20 kilometer dari Gunung Tangkuban Perahu.

"Pasca erupsi Gunung Tangkubang Perahu, Badan Geologi mengeluarkan peringatan bahaya untuk pesawat yang memiliki rute melintasi wilayah udara sekitar Tangkuban Perahu dengan merilis Volcano Observatory Notice fo Aviation (VONA). Notifikasi VONA berwarna oranye mengindikasi lontaran abu masih berada di bawah 1.000 kaki. Level tersebut memiliki resiko membahayakan penerbangan. VONA juga mencantumkan distribusi abu vulkanik mengarah ke arah timur laut dan selatan," jelasnya.

BNPB telah berkoordinasi dengan PVMBG dan menyebut bahwa status Gunung Tangkuban Perahu berada pada level I atau normal. Walaupun demikian, masyarakat masih dilarang untuk mendekat ke sekitar wilayah kawah Tangkubang Perahu.

Berikut ini adalah pernyataan PVMBG setelah erupsi Tangkuban Perahu:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu dan juga pengunjung, wisatawan sekaligus pendaki dilarang untuk turun mendekati ke dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak diizinkan untuk menginap dalam kawasan kawah aktif yang ada didalam kompleks Gunung Tangkuban Perahu terutama ketika cuaca mendung atau hujan karena terdapatnya gas vulkanik yang dapat membahayakan manusia.

2. Masyarakat di sekitar Tangkuban Perahu, pengunjung, pedagang, pendaki dan pengelola kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk mewaspadai potensi terjadinya letusan susulan yang dapat terjadi tiba-tiba dan tanpa didahului dengan gejala vulkanik.

Post a Comment

0 Comments